Lanjutan Dari Kajian Sebelumnya : Golongan Mata yang Tidak Akan Tersentuh Api Neraka
Alhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah. Segala puji dan puja ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, juga salawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Ala Alihi Wasahbihi Wasallam.
Pembahasan Kitab Nikah dan Hadis Kedua
Masih dalam kitab nikah dan bab yang pertama, yaitu bab yang sama: anjuran menundukkan pandangan, ancaman membiarkannya liar, berdua-duaan dengan perempuan asing (bukan mahram), serta menyentuhnya.
Kita sudah menyelesaikan hadis pertama di bab ini pada pertemuan yang lalu, dan kita akan masuk hadis kedua dengan sanad sahih lighairihi, menjadi sahih karena dikuatkan dengan riwayat-riwayat lain. Ini urutan 1901 dari awal kita belajar hadis ini.
Dari Abu Ubadah bin Somit radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Mfusikumakum jannah hadum wau waum waul amintum wahu furujakum wudu absum wau aidiyakum.”
Kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Jaminkanlah untukku enam hal dari diri kalian, niscaya aku akan menjamin surga untuk kalian.”
Enam Amalan yang Dijamin Surga
- Yang pertama, jujurlah apabila kalian berbicara.
- Yang kedua, tepatilah apabila kalian berjanji.
- Yang ketiga, laksanakanlah amanah apabila kalian diberikan amanah.
- Yang keempat, jagalah kesucian kemaluan kalian.
- Yang kelima, tundukkanlah pandangan mata kalian.
- Yang keenam, tahanlah kedua tangan kalian.
Diriwayatkan oleh Ahmad dan juga Ibnu Hibban dalam sahihnya, serta oleh Al-Hakim. Semua dari riwayat Almuthaib bin Abdullah bin Hanb dari Ubadah. Al-Hakim mengatakan sahih sanadnya. Al-Hafidz Al-Mundziri mengatakan bahwa Almuthalib tidak pernah mendengar dari Ubadah. Wallahu a’lam.
Namun, yang jelas hadis ini sudah ditelusuri dan dinyatakan shahih lighairihi.
Pelajaran Pertama: Enam Amalan Penjaga Surga
Dari hadis ini diambil pelajaran yang pertama, adanya enam amalan yang jika dikerjakan oleh seorang muslim dan dijaga, maka secara otomatis Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjamin baginya surga.
Tentu potongan ini bukan berarti maknanya tidak ada amal-amal lain yang membawa masuk ke dalam surga atau mungkin hanya terbatas pada enam hal ini. Namun, ini adalah hal-hal yang paling dasar, yang kalau dijaga, umumnya amal-amal lain bisa ikut terjaga.
Karena memang ini adalah bagian-bagian penting yang apabila dijaga, otomatis sangat besar pengaruhnya kepada amal-amal saleh yang lain.
Pelajaran Kedua: Jujur dalam Berkata
Jaminan atau amalan pertama yang bisa menjamin surga buat kita dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu jujur bila berkata.
Ini adalah prinsip dasar seorang muslim. Mereka jujur dalam segala hal, baik itu pahit sekalipun atau tidak nyaman untuk disampaikan, tetap mereka menyampaikan apa adanya.
Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakan dalam hadis yang lain:
“As-sidqu tumnina wal kadhibu riba.”
Kalau orang jujur, pasti akan tenang hidupnya. Kalau bohong, pasti akan mendatangkan kerancuhan atau kekacauan.
Banyak hadis-hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang masalah jujur, dan tentu tidak asing bagi kita.
“Alaikum bishidq.”
Kalian harus jujur, wajib, bukan pilihan. Karena kejujuran akan membawa pada kebaikan-kebaikan, dan kebaikan akan membawa ke dalam surga.
Seseorang terus saja jujur sampai Allah catat dia termasuk orang yang jujur nantinya, atau akan terus jujur selama hidupnya.
Dan hati-hati kalian dari dusta, karena perbuatan dusta akan membawa pada kefajiran, kemaksiatan, dan pelanggaran-pelanggaran agama. Kefajiran akan membawa ke dalam api neraka.
Seseorang terus saja bohong sampai Allah catat dia sebagai pendusta.
Jadi, perintah tentang jujur adalah kewajiban dan bukan pilihan. Kalau seseorang sudah bisa jujur dalam hidupnya, ini adalah jaminan pertama, maka dia dijamin masuk surga oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Pelajaran Ketiga: Menepati Janji
Pelajaran yang ketiga yang bisa diambil adalah pesan kedua, kalau kita lakukan akan mendapat jaminan surga, yaitu apabila kita berjanji maka menepatinya.
Ini juga merupakan ciri khas seorang mukmin. Kapan dia mengatakan, “Saya akan datang, saya akan beri, saya akan laksanakan, saya janji tidak akan mengulangi,” semuanya adalah janji yang wajib dipenuhi.
Selama bukan maksiat kepada Allah, maka kita penuhi. Maksiat contohnya orang berjanji untuk melakukan perzinahan, janjian melakukan gosip, atau yang semisalnya, maka tidak boleh dipenuhi.
Tetapi, kalau sesuatu janji yang merupakan bagian daripada agama atau dibolehkan, maka kita wajib untuk memenuhinya.
Nah, ini kalau ada orang yang selalu tepat janji, bahkan dia teliti sekali sampai per detik. Misalnya, dia janjian jam tertentu, lalu dia bergerak jauh sebelum waktu itu agar benar-benar datang tepat waktu.
Bukan karena tidak enak sama orang yang akan menemani dia atau menjadi lawan bicaranya, tetapi karena lebih daripada itu, semuanya adalah perintah Allah dan Rasul-Nya.
Jadi, kita diperintahkan untuk jujur dan kita tahu hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang tanda-tanda orang munafik ada tiga. Di antaranya, kalau mereka berbicara berdusta, dan kalau mereka berjanji mereka pungkiri.
Padahal, menepati janji sudah disebutkan sebagai bagian dari jaminan surga. Justru kalau orang melakukan kebalikannya, maka dia menjauh dari sifat orang beriman.
Pelajaran Keempat: Menjalankan Amanah
Pelajaran keempat adalah janji yang ketiga terhadap surga bagi orang yang melakukan amanah:
“Wa addul amanata tumintum.”
Jalankanlah amanah kalau kalian diberikan amanah, atau jagalah amanah apabila kalian diberi amanah.
Ini juga sama. Dalam hadis yang lain, disebutkan bahwa cirinya orang munafik adalah apabila diberikan amanah, dia berkhianat.
Amanah cukup banyak bentuknya. Bisa amanah tutur kata, misalnya ketika seorang teman berkata:
“Saya akan cerita sama kamu, tapi jangan ceritakan kepada orang lain.”
Ketika kita mengiyakan, berarti sudah menjadi amanah.
Bisa juga amanah harta, amanah pekerjaan, dan banyak amanah lain yang dirincikan para ulama. Termasuk syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah amanah di pundak kita.
Intinya adalah bagaimana kita menjaga amanah tersebut, dan semua itu dilakukan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Pelajaran Kelima: Menjaga Kemaluan
Pelajaran kelima adalah janji yang keempat, yaitu jaminan surga bagi orang yang menjaga kemaluannya.
Tidak meletakkannya kecuali pada yang dihalalkan. Jadi, tidak ada perzinahan, tidak ada homoseksual, tidak ada lesbian, tetapi murni meletakkannya pada yang dihalalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Intinya adalah menikah.
Pelajaran Keenam: Menundukkan Pandangan
Pelajaran selanjutnya yang keenam adalah poin kelima, dan ini menjadi saksi bahasan kita, yaitu jaminan surga bagi orang yang menundukkan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan.
Ada korelasi dengan hadis pertama yang kita pelajari pada pertemuan yang lalu.
Kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, saya ingatkan kembali hadis pertama, ada tiga mata yang tidak akan pernah melihat neraka atau dijamin masuk surga:
Tiga Mata yang Dijamin Selamat dari Neraka
- Mata yang berjaga-jaga di perbatasan perang antara muslimin dan orang-orang kafir, maksudnya berjihad dan begadang menjaga pasukan muslim.
- Mata yang menangis karena takut kepada Allah.
- Mata yang menjaga diri dari hal-hal yang Allah haramkan, tidak mau melihat apa yang Allah haramkan.
Dan sudah kita berikan contoh seperti di media pada masa kita sekarang ataupun hal-hal yang semisalnya.
Di sini, selain jujur yang pertama, menepati janji yang kedua, menjalankan amanah yang ketiga, menjaga kemaluan yang keempat, maka yang kelima adalah menjaga pandangan mata dari yang haram, baik laki-laki maupun perempuan.
Ini dimasukkan oleh Imam Al-Mundziri rahimahullah dalam bab nikah karena beliau ingin menyampaikan pesan penting: di saat kita bisa menjaga kemaluan, menjaga mata dari hal yang diharamkan, atau anggota tubuh lainnya seperti tangan, kaki, dan telinga, maka itu lebih memudahkan untuk mendapatkan pasangan yang sepadan dengan kita.
Karena orang akan menikah dengan yang sepadan dengan dirinya. Orang pendusta akan mendapatkan pendusta. Orang yang ahli maksiat akan bersama ahli maksiat.
Sebagaimana Allah mengatakan bahwa laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik. Maksudnya, orang yang menjaga dirinya, jujur, amanah, salat, menutup aurat, dan memperhatikan pendapatan halal, maka akan mendapatkan pasangan yang baik.
Begitu pula sebaliknya, perempuan yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik. Dan orang buruk akan bersama orang buruk.
Menjaga Diri untuk Mendapatkan Pasangan yang Baik
Jadi, ini sudah jelas tujuannya, yaitu bagaimana supaya kita mendapatkan pasangan yang baik di bab nikah. Maka, kita pun harus menjaga anggota tubuh.
Sama halnya setelah menikah. Kita tidak ingin istri kita selingkuh, maka jangan kita selingkuh. Tidak ingin mereka melihat yang haram, maka jangan kita melihat yang haram.
Bahkan, efeknya kepada anak-anak pun sangat besar. Sebagaimana Sayid Ibn Musayib rahimahullah berkata sambil beliau salat malam dengan sangat giat dan anaknya ikut, lalu beliau mengatakan:
“Ketahuilah wahai anakku, aku memperkuat ibadahku ini agar Allah menjagamu.”
Jadi, ibadah kita berefek kepada orang-orang di sekitar, sebagaimana maksiat juga akan berefek kepada orang-orang yang di sekitarnya.
Nah, ini juga termasuk pelajaran penting yang harus dijadikan sebagai pelajaran. Itu adalah hal yang kelima, yang kalau dijaga akan mendapat jaminan surga.
Pelajaran Ketujuh: Menahan Tangan dari Hal yang Haram
Dan ini yang terakhir, yaitu yang keenam, yang kalau dijaga akan mendapat jaminan surga:
“Waqufu aidiyakum.”
Artinya, menahan kedua tangan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Tidak menjamah yang haram, seperti mencuri atau memukul, misalnya, atau apa saja yang digunakan tangan tersebut pada hal-hal yang haram.
Kapan kita tidak menyentuhkan tangan kita kecuali pada hal yang dibolehkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ini juga termasuk amalan yang bisa mendapatkan jaminan surga.
Allahu a’lam. Ini bahasannya, insyaallah ke depannya kita akan lanjutkan masih di kitab dan bab yang sama, masuk hadis ketiga.
Semoga bermanfaat.
Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Simak video lengkapnya :
