Golongan Mata yang Tidak Akan Tersentuh Api Neraka

Home > Kajian Islam > Golongan Mata yang Tidak Akan Tersentuh Api Neraka


Pelajaran Pertama: Golongan yang Selamat dari Api Neraka

hadis ini memberikan pelajaran kepada kita yang pertama Teman-teman sekalian, bahwasanya ada golongan-golongan tertentu yang akan pasti selamat dari api neraka dan maksud daripada matanya tidak tersentuh oleh api neraka berarti tidak akan masuk ke neraka termasuk tidak akan melihat neraka berarti dia akan aman sekali 

ya karena melihat saja sudah satu hal yang menakutkan apalagi kalau sampai merasakan panasnya api neraka dan memang sudah menjadi target seorang muslim adalah semua hidup kita di muka bumi ini targetnya supaya masuk ke dalam surga dan selamat dari neraka tidak ada target lain ini target utama kita

karena orang kalau targetnya surga dan masuk surga dan selamat dan neraka maka pasti hidupnya akan sempurna karena orang masuk surga harus baik ya harus menjadi laki-laki saleh atau perempuan salehah.

 dia harus jujur amanah tanggung jawab bakti orang tua berbuat baik kepada sesama intinya memberikan hak Allah dan juga manusia atau makhluk.

kemudian juga dia pasti akan menjauhi langgaran-larangan seperti misalnya membunuh mengganggu menggunjing dan seterusnya yang bisa membawa ke dalam api neraka oleh karena itu semua detik-detik hidup kita semua tenaga yang kita kerahkan ya pikiran yang kita gunakan misalnya dan harta yang kita juga keluarkan semua targetnya adalah bagaimana masuk surga dan selamat dari api neraka

Motivasi Nabi untuk Mengejar Surga

makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam banyak hadisnya memotivasi kita untuk mengejar surga dan juga mendapatkan atau menyelamatkan diri dari api neraka beliau setelah memotivasi ibadah beliau mengatakan :

"Ketahuilah ala inna silatallahi gal." Ketahuilah barang dagangan Allah yang akan dibarter dengan kalian dari kepatuhan kalian adalah sesuatu yang mahal al inatallah jannah ketahuilah barang dagangan Allah adalah surga karena sekali masuk tidak akan pernah menderita selamanya

dan Imam Ahmad rahimahullah mengatakan ketentraman dan kebahagiaan abadi adalah di saat seorang mukmin menginjakkan kedua kakinya ke dalam surga karena tidak akan pernah keluar lagi selama-lamanya dan semua ayat tentang surga Allah ikutkan dengan kata-kata kholidina fiha kekal selamanya dalam kenikmatan tersebut.

Begitu juga tentu kalau orang target surga pasti akan dia selamat dari api neraka dalam hadis ini kita disampaikan bahwasanya ada memang mata-mata yang dimaksud dengan mata berarti juga anggota tubuh yang masuk dalamnya tidak akan pernah melihat api neraka tidak akan disentuh oleh api neraka

Pelajaran Kedua: Mata yang Berjaga di Jalan Allah

pelajaran kedua jenis mata yang pertama adalah mata yang berjaga-jaga di jalan Allah ini pernah dijelaskan dalam kitab jihad di bab ribat,

ya tentang masalah orang yang berjaga-jaga di medan perang di perbuatan sa muslimin sama pasukan orang-orang kafir sehingga mereka harus begadang berjaga-jaga dan di bab itu dulu banyak sekali di jilid tiga di kitab jihad di bab ribat kita sudah jelaskan bagaimana banyak sahabat yang dapat keutamaan secara pribadi karena mereka berjaga-jaga dijamin surga dapat pengampunan dosa lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya dan sekian banyak tentunya faedah-faedah.

nah di antara faedah ribat adalah matanya yang begadang itu karena dia menjaga muslimin ulai muslimin jangan sampai ada serangan musuh itu tidak akan pernah melihat api neraka

Pelajaran Ketiga: Mata yang Menangis Karena Allah

Pelajaran ketiga yang bisa diambil adalah mata jenis yang kedua yaitu mata yang menangis karena Allah subhanahu wa taala, ini tidak akan pernah bisa meneteskan air mata kecuali memang hatinya dipenuhi dengan keimanan.

kalau orang yang selalu jauh dari Allah hatinya sudah keras ya karena dalam hadis yang disebutkan orang kalau berbuat amal saleh dititipkan dalam hatinya cahaya yang terang kalau dia buat lagi akan cahaya terang terus begitu sampai hatinya menjadi lunak dan mudah sekali menangis mudah tersentuh dia takut sekali kalau melihat ada peringatan-peringatan Allah.

Contoh Keimanan Para Salaf

Seperti Abdullah bin Mas'ud ru pernah mendengar suara guntur di Kufa lalu beliau langsung mengingatkan orang-orang bahwasanya adalah peringatan keras dari Allah yang di langit sana untuk penduduk bumi contohnya ya jadi mereka tuh melihat dengan keimanan maka ini akan ada tersentuh ee karena keimanannya nah begitu juga dengan mata menangis karena Allah subhanahu wa taala apakah merindukan surga berharap untuk bisa bertemu dengan Allah atau selamat dari api neraka.

Bahaya Hati yang Keras Karena Dosa

terkadang ada orang memang yang disentuhkan dalam hatinya agar dia sedih merasa sedih tapi itu batasnya sangat hitungan waktunya sangat pendek.

misalnya ada orang melakukan kemaksiatan dia misalnya mabuk-mabukan atau dia berzina atau dia membunuh ada saat-saat di mana Allah masukkan dalam hatinya hidayah diilhamkan hidayah petunjuk agar dia merasa bersalah,

 nah kalau dia engah dia segera mengambil hidayah tersebut lalu dia tobat kepada Allah maka beruntunglah orang ini,

tapi kalau dia tidak mau engah akhirnya Allah mengangkat nanti rasa itu maka tidak ada lagi perasaan atau tunduknya kepada Allah Subhanahu wa taala,hatinya sudah sangat keras mirip dengan Allah sebutkan dalam Al-Qur'an surah Albaqarah aaddu qaswa lebih keras daripada batu,

jadi kalau orang buat dosa ada titik hitam buat dosa lagi titik hitam kalau dia tobat kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dibersihkan kembali tapi kalau tidak tobat hitam hitam hitam sampai lebih keras daripada batu dan sulit sekali mendapat peringatan.

kadang-kadang dia satu mobil dengan temannya tabrakan temannya meninggal dia selamat dia malah tercengar-cengir tertawa sana sini seakan-akan itu adalah prestasi yang dia dapatkan padahal sebenarnya Allah sedang menyelamatkan dia untuk dia ambil ibra ataupun pelajaran.

Jadi untuk menangis karena Allah subhanahu wa taala ini butuh memang keimanan dalam hati dan iman itu akan dipupuk bertambah dengan ketaatan berkurang dengan kemaksiatan.

Pelajaran Keempat: Menjaga Pandangan dari yang Haram

Pelajaran yang keempat yang terakhir adalah mata yang ketiga yang tidak akan melihat neraka adalah mata ini jadi saksi bahasan kita mata yang selalu terjaga dari apa yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa taala ya di masa kita subhanallah di media ini luar biasa gitu ya kita buka media apapun akan terlintas ada saja wanita yang tidak nutup aurat yang bukan mahram cuplikan-cuplikan yang bisa menggoda semua itu memang membutuhkan kekuatan iman untuk menjaga mata kita dari yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa taala.

Kalau kita mampu dan Allah berikan taufik untuk ini maka kita termasuk orang yang tidak akan disentuh oleh api neraka.

Dan di sini  munasabahnya atau korelasi yang tepat kenapa Imam Mundri rahimahullah masukkan dalam kitab nikah, karena memang beliau ingin mengingatkan dulu agar bisa mendapatkan pasangan yang salehah pasangan yang saleh kita harus mulai dari diri kita dulu, karena semua orang akan diberikan aljaza min jinsil amal balas sesuai dengan perbuatan dia.

Hubungan Menjaga Pandangan dan Mendapat Pasangan Saleh

kalau dia terbiasa memang melakukan perbuatan-perbuatan yang haram dalam agama maka Allah pun mendatangkan orang di sekitarnya seperti itu termasuk pasangan hidupnya.

 Tapi di saat dia bisa menjaga hubungan baiknya sama Allah Allah juga akan datangkan orang-orang yang separah atau setarah dengan dia tentunya atau bahasa lainnya sepadan dengan dia maka orang lebih seperti itu jadi kita harus betul-betul bisa menjaga diri kita dari halal yang haram kalau kita ingin pasangan kita juga begitu kita jaga jangan selingkuh supaya pasangan kita tidak selingkuh dan seterusnya semua itu akan sama halnya jadi memang kita harus jaga baik-baik dan di sini  menarik sekali keam Imam Almundri memasukkan dalam bab nikah masalah ini ya tujuannya tadi koordinasinya agar orang mendala mau dapat pasangan yang baik nanti setelah ini bab-bab cukup banyak tentang masalah keutamaan nikah e kriteria memilih pasangan dan seterusnya maka di sini dimulai daripada guddul bashar atau menurunkan pandangan dari yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala.


ini bahasan kita insyaallah di hadis pertama ke depannya kita akan lanjutkan di hadis kedua semoga bermanfaat subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka waubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..


Bersambung :

Simak video sumbernya Khb : 


Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
© Copyright 2026 BIKARSCREATIV | HijrahYuk! - All Rights Reserved - Created By BLAGIOKE Diberdayakan oleh Blogger