Bahaya Rusaknya Aqidah dalam Keluarga Muslim: Lebih Berbahaya dari Narkoba dan Pergaulan Bebas
Banyak orang tua hari ini sangat khawatir jika anaknya terjerumus narkoba, pergaulan bebas, judi, atau minuman keras. Dan memang itu semua adalah keburukan yang harus dijauhi.
Namun ada satu bahaya lain yang sering dianggap ringan, padahal dampaknya jauh lebih besar, yaitu rusaknya aqidah dan agama karena syirik, bid'ah, khurafat, dan ghuluw.
Karena narkoba merusak dunia seseorang, sedangkan penyimpangan agama dapat merusak dunia sekaligus akhiratnya.
Perintah Menjaga Keluarga dari Api Neraka
ALLAH ﷻ berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu..."
(QS. At-Tahrim: 6)
Perhatikan ayat ini.
ALLAH tidak hanya memerintahkan seorang muslim menjaga dirinya sendiri, tetapi juga menjaga keluarganya.
Artinya seorang ayah tidak cukup hanya memberi makan, memberi pakaian, atau menyekolahkan anak-anaknya.
Ia juga wajib menjaga aqidah keluarganya.
Tanggung Jawab Ayah dalam Menjaga Aqidah Keluarga
Ia harus memastikan anak dan istrinya mengenal tauhid.
Ia harus memastikan keluarganya mengenal sunnah.
Ia harus memperingatkan mereka dari syirik, bid'ah, khurafat, dan berbagai penyimpangan agama yang dapat menjauhkan mereka dari jalan Rasulullah ﷺ.
Karena itulah para ulama salaf sangat perhatian terhadap pendidikan agama keluarga mereka.
Mereka memahami bahwa keselamatan sejati bukan sekadar sukses dunia, tetapi sukses ketika bertemu ALLAH dalam keadaan membawa aqidah yang benar.
Setiap Pemimpin Akan Dimintai Pertanggungjawaban
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."
(HR. Bukhari no. 893 dan Muslim no. 1829)
Seorang ayah adalah pemimpin dalam keluarganya.
Maka kelak ia akan ditanya tentang keluarganya.
Pertanyaan Besar untuk Seorang Ayah
Apakah ia mengajarkan tauhid kepada mereka?
Apakah ia mengenalkan sunnah kepada mereka?
Ataukah ia membiarkan keluarganya tenggelam dalam berbagai ritual yang tidak pernah diajarkan Rasulullah ﷺ?
Jangan Hanya Fokus pada Pendidikan Dunia
Hari ini banyak keluarga muslim yang sangat peduli terhadap pendidikan dunia anak-anaknya.
Mereka rela mengeluarkan biaya besar agar anaknya menjadi dokter, insinyur, pengusaha, atau pejabat.
Namun berapa banyak yang serius memastikan anaknya memahami tauhid?
Berapa banyak yang memastikan anaknya mengenal sunnah?
Berapa banyak yang mengajarkan bahaya syirik, bid'ah, dan khurafat?
Padahal ALLAH tidak akan menanyakan berapa banyak harta yang kita tinggalkan untuk anak-anak kita.
Namun ALLAH akan menanyakan amanah agama yang kita wariskan kepada mereka.
Bahaya Bid'ah dalam Agama
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak."
(HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)
Dan beliau ﷺ bersabda:
"Setiap bid'ah adalah kesesatan."
(HR. Muslim no. 867)
Karena itu seorang muslim tidak boleh meremehkan perkara bid'ah.
Sebab bid'ah bukan sekadar masalah perbedaan pendapat.
Bid'ah adalah perkara agama yang tidak diajarkan Rasulullah ﷺ lalu dianggap sebagai bagian dari agama.
Dampak Penyimpangan Agama
Syirik merusak tauhid.
Bid'ah merusak sunnah.
Khurafat merusak akal.
Ghuluw merusak agama.
Menjadi Benteng Aqidah bagi Keluarga
Maka seorang ayah yang mencintai keluarganya harus menjadi benteng pertama bagi keluarganya.
Ia mengajarkan tauhid.
Ia mengenalkan sunnah.
Ia menjelaskan mana yang haq dan mana yang batil.
Ia menjaga keluarganya dari pemikiran yang menyimpang.
Karena cinta yang sejati bukan hanya memastikan keluarga hidup nyaman di dunia.
Tetapi memastikan mereka selamat dari api neraka.
Penutup
Semoga ALLAH menjaga keluarga-keluarga kaum muslimin di atas tauhid dan sunnah sampai akhir hayat.
Aamiin.
Sumber : link instagram
